Welcome to official website Community of Marine Conservation (CMC) Acropora UNJ
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 November 2015

Kuda Laut, Hewan Laut Kecil, unik dan lucu


Kuda laut merupakan hewan yang berasal dari family Syngnathidae dan genus Hippocampus, merupakan salah satu jenis ikan mesikpun morfologinya yang agak berbeda dari family ikan yang lain. Kuda laut adalah hewan yang telah mengalami evolusi sejak 40 juta tahun lalu. Nama mereka diambil dari bahasa yunani, yaitu Hippos berarti kepala kuda dan campus berarti Binatang  laut.

Kuda Laut mempunyai ukuran tubuh dari 16 mm (untuk spesies Hippocampus denise) sampai 35 cm. sehingga ada ukuran kuda laut yang besarnya sebesar ibu jari manusia. Mereka ditemukan di perairan tropis dan subtropis  di seluruh dunia. Mereka biasanya tinggal di sepanjang pantai, diantara ganggang laut dan tumbuhan lainnya.

Kuda laut mempunyai morfologi yang agak berbeda dari ikan lain, dimana sirip dorsalnya berada di bagian bawah sedangkan sirip pectoralnya terdapat di bagian kepala, di dekat ingsang. Namun karena ada beberapa spesies kuda laut yang transparan sebagian, sehingga sulit untuk terlihat. tubuh agak pipih, melengkung, permukaan kasar, seluruh tubuh terbungkus dengan semacambaju baja yang terdiri atas lempengan-lempengantulang atau cincin. Kepala mempunyai mahkota dan moncong dengan mata kecil yang sama lebar. Ekor prehensil (dapat memegang) lebih panjangdari kepala dan tubuh. Sirip dada pendek dan lebar,sirip punggung cukup besar dan sirip ekor tidak ada.  Tubuh bersegmen dan mempunyai satu sirip punggung, insang membuka sangat kecil yang dilengkapi sepasang sirip dada (pectoral fin), satu sirip dubur (anal fin) yang sangat kecil, sirip perut dan sirip ekor tidak ada. Ekornya dapat mencekam dan digunakan untuk memegang pada suatu objek.


Kuda laut memiliki kulit pelindung seperti baju zirah, yang tersusun atas tulang, yang berguna untuk melindungi tubuh mereka dari segala jenis bahaya. Karena sedemikian kuatnya kita takkan bisa menghancurkannya yang sudah mati dan mengering dengan hanya menggunakan tangan.
Mereka mempunyai banyak keunikan, diantaranya kuda laut dapat melihat 2 benda pada waktu yang bersaman.  Matanya juga dapat bergerak dengan bebas, berputar-putar mengamati setiap sisi sehingga mereka dapat melihat sekelilingnya dengan mudah, tanpa harus menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Kuda laut sering berdiam diri dan menambatkan ekornya padakarang-karang atau celah bebatuan. Makanan kesukaan kuda laut adalah udang-udang kecil.  Mereka punya cara berengang yang tidakseperti ikan pada umumnya, mereka bergerak dalam air dengan cara mengubah isi udara dalam kantungnya. Sehingga jika kantunh renangnya rusak atat kehilangan sedikit udara, maka kuda laut akan tenggelam ke dasar laut. Mereka berenang dengan posisi tubuh yang tegak dan mereka dapat menganggukkan kepala ke atas dan ke bawah. Bisanya kuda laut hanya berenang perlahan-lahan.

Mereka mempunyai kenuikan lain yaitu, tubuhnya berwarna-warni dan mereka warna di tubuhnya bias berubah-ubah ketika matahari ketika menyinari tubuhnya.


Dan yang paling uniknya, kuda laut jantan dapat mengalai hamil. Sang jantanmempunyai perut yang besar dan ada pembuka seperti celah yang ada di bagian dasar perutnya. Setelah betinanya menaruh telurnya ke dalah kentung perut jantan, maka telurnya itu akan langsungmengalir ke kantung benih untuk selanjutnya dibuahi. Hasil pembuahannya dinamakan embrio. Embrio akan berkembang selama 10 hari sampai 6 minggu, tergantung pada spesies dan kondisi air. Jika sudah waktunya, ‘melahirkan’ sang jantan akan memompa ekornya sampai bayi kuda laut keluar. Bayi-bayi kuda laut akan keluar dengan bentuk yang sangat kecil. Selain untuk mengandung, kantong kuda laut jantan juga berfungsi untuk mengatur kadar garam, agar sesuai dengan lingkungan luar saat telur menetas. Fakta  unik yang lain, yaitu Kuda laut merupakan hewan monogamy, mereka kawin sekali seumur hidupnya, hal ini sangat jarang terjadi di kalalngan spesies  ikan. Selain itu mereka mempunyai khasiat untuk menyembuhkan penyakit kulit, peradangan, gangguan pencernaan, gangguan pernafasan, sistem peredaran darah, penyakit saraf, gangguan fungsi otak, hati dan ginal. Bahkan untuk meningkatkan gairah sex pria.

Sabtu, 09 Maret 2013

Bivalvia Penghasil Mutiara




      Kalian pasti pernah melihat mutiara kan? Lapisan mutiara ini dihasilkan oleh hewan Bivalvia atau pelecypoda,khususnya oleh tiram mutiara. Hewan  kelas ini berasal  dari filum mollusca. Kelas ini mencangkup bangsa kerang, kupang, remis, kijing, lokan, simping, tiram, serta kima; meskipun variasi di dalam bivalvia sebenarnya sangat luas. Salah satu yang terkenal adalah tiram mutiara. Jenis-jenis tiram mutiara yang terdapat di Indonesia diantaranya, yaitu Pinctada maxima, Pintada maxima, Pinctada margaritefera, Pinctada fucata, Pinctada chimnitzii, dan Pteria penguin.
           
      Bivalvia mempunyai tubuh bilateral simetris, terlindung oleh cangkang kapur yang keras. Dinamakan Bivalvia karena mempunyai sepasang cangkang. Bagian cangkang terdiri atas bagian dorsal dan bagian ventral. Cangkang pada Bivalvia dihubungkan oleh engsel elastis. Bivalvia mempunyai otot yang dapat membuka dan menutup cangkangnya yang biasa disebut otot adduktor. Pada bagian dorsal terdapat gigi sendi, sebagai poros ketika katup membuka dan menutup serta meluruskan kedua katup, ligament sendi yang berfungsi menyatukan katup bagian dorsal dan memisahkan katup sebelah vertal, dan umbo yaitu tonjolan cangkang di bagian dorsal Jika dilihat  dari lapisan tubuhnya, bagian tubuh paling luar yaitu  cangkang yang berjumlah sepasang.Mantel dari terdiri  jaringan khusus, tipis dan kuat sebagai pembungkus seluruh tubuh yang lunak. Pada bagian belakang mantel terdapat dua lubang yang disebut sifon. Sifon atas berfungsi untuk keluarnya air, sedangkan sifon bawah sebagai tempat masuknya air. Dan yang paling dalam adalah  Insang yang  berlapis-lapis dan berjumlah dua pasang.


Cangkang tiram terdiri atas tiga lapis  dari luar ke dalam, yaitu Periostrakum, merupakan lapisan tipis dan gelap yang tersusun atas zat tanduk yang dihasilkan oleh tepi mantel, fungsinya untuk melindungi lapisan yang ada di sebelah dalamnya dan lapisan ini berguna untuk melindungi cangkang dari asam karbonat dalam air serta memberi warna cangkang. lapisan Prismatik, lapisan tengah yang tebal dan terdiri atas kristal-kristal kalsium karbonat yang berbentuk prisma yang berasal dari materi organik yag dihasilkan oleh tepi mantal.   

         Sedangkan yang paling dalam yaitu, lapisan  nakreas yang merupakan lapisan yang tersusun atas kristal-kristal halus kalsium karbonat. Lapisan ini merupakan lapisan mutiara yang dihasilkan oleh seluruh permukaan mantel. Di lapisan ini, materi organik yang ada lebih banyak daripada di lapisan prismatic. Lapisan ini tampak berkilauan dan banyak terdapat pada tiram/kerang mutiara.Jika terkena sinar, mampu mamancarkan keragaman warna. Lapisan ini sering disebut sebagai lapisan mutiara.Pembentukan mutiara oleh Bivalvia adalah proses yang terjadi kerena aktifitas cangkang, yaitu sebagai berikut. Jika ada benda asing yang ada di luar tubuh, seperti butiran pasir atau suatu parasit, yang secara tidak sengaja masuk ke dalam cangkang maka akan disimpan dalam suatu kantong kecil dalam mantel. 
         Di mantel banyak disekresikan nekreas oleh lapisan epitelium kantong tersebut. Sedikit demi sedikit nakreas melapisi partikel atau benda asing tersebut. Dalam waktu 4 tahun partikel dan lapisan nakreas itu telah menjadi mutiara. Didasarkan pada kenyataan ini maka manusia membuat mutiara. Cara yang biasa ditempuh adalah dengan memasukkan benda asing seperti arang, pasir, dan benda lain di sela antara mantel dan cangkang untuk mengeluarkan getahnya. Getah ini menyelimuti benda asing tersebut selanjutnya mengkristalkan membentuk butiran mutiara.
Indonesia merupakan penghasil mutiara SSP (south sea pearls / mutiara laut selatan) yang berasal dari kerang pinctada maxima baik dari hasil alam maupun dari budidaya, sentra pengembangan pinctada maxima tersebar di beberapa daerah seperti Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara dan Papua.






                                                                                                                          Oleh : Septi Rahmania





Minggu, 24 Februari 2013

Sup Sirip Hiu Menyebabkan Kepunahan, Selamatkan Hiu !

Sup sirip hiu
Pasti sudah pada tahukan yang namanya ikan hiu? Kalian pasti menggambarkan hiu sebagai binatang lambang keganasan, karena dilihat dari morfologi luar yang terlihat besar dan ganas yang dianggap sebagai predator sejati, Padahal jika kita melihat dari sisi yang berbeda ternyata hiu merupakan hewan yang penuh kelembutan, dibalik sosok yang menyeramkan dengan taring yang tajam ternyata hiu tidak memiliki tulang sejati, seluruh tubuhnya hanya di topang oleh tulang lunak atau biasa disebut tulang rawan.
Pengambilan sirip hiu
Nah, dengan demikian banyak orang memanfaatkan hiu sebagai sumber makanan, contoh bagian yang sering dijadikan sumber makanan oleh manusia adalah sirip ikan hiu ! Sungguh sangat ironis, demi hanya untuk dianggap berada di kedudukan tertinggi dan terlihat mewah sirip hiu dijadikan hidangan makanan yang berkelas dan dimakan oleh orang-orang yang berkelas pula.  Sirip hiu diolah menjadi sup yang di sajikan di acara-acara bisnis dan pernikahan, seperti di Hongkong karena menjadi lambang kedudukan tinggi. Banyak jenis spesies hiu di perairan terancam punah akibat perburuan untuk konsumsi yang sangat berlebihan. Dalam banyak kasus hiu di buru tanpa mengindahkan peraturan yang berlaku dan tidak memikirkan kelangsungan spesies ini dimasa yang akan datang.
Kumpulan sirip hiu
Meningkatnya permintaan konsumsi sup sirip hiu yang dilandasi "mitos" dan didorong pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat dikawasan asia ikut mempercepat musnahnya ikan-ikan ini. Cara-cara perburuan hiu oleh nelayan juga tergolong sangat kejam, Hiu di jerat dan siripnya di potong setelah itu hiu di buang kembali kelaut tanpa sirip, dan itu yang membuat hiu tidak dapat bergerak dan akhirnya mati dengan cara yang menyakitkan. Dengan demikianTradisi mengkonsumsi sirip hiu akan berdampak pada penurunan jumlah hiu di seluruh dunia. Laporan Perserikatan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) tahun lalu memperkirakan, 32 persen spesies hiu lautan lepas terancam punah akibat perburuan yang fatal.
Ternyatasalahsatu Negara yang ikut terkena imbasnya dari permaslahan ini adalah Indonesia. Indonesia menjadi ladang subur tempat mendapatkan sirip secara bebas.Indonesia merupakan negara tempat habitat hiu terbesar di dunia menjadikan nelayan-nelayan tergiur karena nilai jual sirip hiu yang tinggi di pasaran. Hal ini masih banyak dijumpai di Daerah Timur Indonesia seperti Maluku ,NTT dan khususnya di Raja Ampat, perburuan hiu sudah sangat marak dilakukan terutama dilakukan oleh nelayan dari luar Raja Ampat karena daerah ini merupakan daerah terakhir di Indonesia yang memiliki populasi hiu sangat sehat.
Tetapi angka perburuan hiu secara ilegal ini berhasil ditekan karena adanya kesadaran dari masyarakat dan pemerintah akan pentingnya kelestarian ekosistem laut. Pengurangan perburuan sirip ikan hiu ini juga dapat dibantu dengan mengubah paradigma masyarakat kita, dan ternyata sirip ikan hiui nij uga berdampak buruk jika dikonsumsi karena akan berakibat tidak baik bagi kesehatan. Pernyataan ini dikatakan oleh Peneliti di Universitas Miami dalam jurnal Marine Drugs bahwa konsentrasi tinggi neurotoksin BMAA pada sup sirip hiu terkait dengan gangguan kesehatan otak.
Konsumsi sirip hiu dan pil tulang rawan hiu memiliki resiko kesehatan yang signifikan adanya penyakit neurodegeneratife di antaranya Alzhiemer dan penyakit Lou Gehring. Nah dengan demikian, semoga dari hasil penelitian ini dapat dipahami dan merubah paradigma para penikmat sirip hiu dan mengurangi konsumsinya. Dengan itu kegiatan perburuan hiu dapat berkurang sehingga kepunahan hiu dapat di tanggulangi. Mari kita hentikan konsumsi sirip ikan hiu, jaga dan lestarikan populasi hiu yang mulai terancam saat ini. 
#Let save our shark !
Ditulis oleh Debi Tri Tantular (Acroporan 03)

Sabtu, 23 Februari 2013

Stop perjual-belikan Telur Penyu !!

Penjualan telur penyu

Isu mengenai jualbeli telur ikan penyu memang benar, seperti pada Telur penyu belimbing (Dermochelys coriacea) dan telur penyu sisik (Eretmochelys imbricata) tampak diperjualbelikan secara terbuka di beberapa provinsi di Indonesia Padahal, kedua jenis penyu ini termasuk langka dan dilindungi. Data WWF Indonesia menyebutkan populasi penyu belimbing berkurang drastis. Eksploitasi telur penyu berkontribusi terhadap menurunnya populasi penyu yang lambat laun bisa menyebabkan penyu punah.

Prediksi ini tidaklah berlebihan mengingat penyu membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai tingkat kematangan seksual untuk bereproduksi. Seekor penyu baru bisa bertelur setelah berumur 30 tahun. Itu pun hanya menghasilkan 60 - 130 butir telur. Tidak semua telur penyu mampu berkembang menjadi tukik (anak penyu) hingga menjadi penyu dewasa. Ironisnya, penyu sisik ini merupakan hewan dengan tingkat kepunahan ”paling terancam”. Selagi bertelur dan menetaskan telurnya, penyu sisik akan bertelur lagi sekitar 2-5 tahun kemudian. Bisa dibayangkan bukan, lamanya waktu yang dibutuhkan penyu untuk bereproduksi? Sangat tidak seimbang dibandingkan dengan cepatnya perburuan telur penyu. Menurunnya populasi penyu pun dapat menganggu keseimbangan ekosistem laut mengingat penyu merupakan predator yang penting dalam jaringan dan rantai makanan di laut. Satwa laut ini juga berperan dalam menjaga produktivitas habitat lamun.

Penyu yang baru menetas

Tahukah Anda bahwa pendapat yang meyakini bahwa telur penyu baik untuk kesehatan tubuh dan seksual itu hanya mitos?Ya, setidaknya hal itulah yang telah dibuktikan oleh salah satu publikasi ilmiah dalam jurnal Environmental Health Perspective di tahun 2009, yang berjudul ‘Dangerous Delicacy’ Contaminated Sea Turtle Eggs Pose A Potential Health Threat." Jurnal ilmiah tersebut melaporkan hasil ditemukan kandungan senyawa yang tergolong Polutan Organik Persisten (POP) dan logam berat yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Kanker, liver, kerusakan sistem syaraf, dan gangguan sistem hormon endokrin adalah daftar penyakit yang dapat ditimbulkan dari zat berbahaya itu. Tidak hanya itu, dalam dekade terakhir, telur penyu juga dilaporkan mengandung kadar kolestrol yang sangat tinggi. Jika fakta telah berbicara bahwa telur penyu membahayakan bagi kesehatan kita, serta bagaimana ekploitasi telur penyu berdampak bagi keseimbangan ekosistem laut, lalu masihkah telur penyu layak untuk dikonsumsi?

Ditulis oleh : Sri Budi Lestari (Acroporan 04)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger