Welcome to official website Community of Marine Conservation (CMC) Acropora UNJ

Jumat, 03 Mei 2013

Pelantikan Acroporan 05



 Agenda CMC  Acropora yang satu ini adalah agenda rutin CMC yang pasti diadakan setiap tahunnya. Pada Kegiatan kali ini CMC akan merekrut anggota-anggota baru untuk bergabung di keluarga besar CMC Acropora. Apalagi kalau bukan, Pelantikan CMC Acropora 05. kegiatan Pelantikan ini telah belangsung pada tanggal 5-7 april 2013 kemarin, yang diadakan di Pulau Bira kepulauan seribu. pelantikan ini dibagi menjadi 3 kegiatan, yang pertama yaitu, presentasi penugasan yang dilakukan pada malam pertama ketika sampai di pulau kelapa, penelitian pada hari kedua yang dilaksanakan di Pulau Bira dan kegiatan pelantikan pada hari ketiga yang dilakukan di Pulau Bira. 

Acara dimulai, ketika para Calon Acroporan 05 bergegas pagi-pagi untuk berangkat  bersama-sama dari kampus B UNJ. Rombongan CMC Acropora baik Calon Acroporan 05 dan Acroporan 01-04 berangkat bersama dalam satu tronton sehingga semakin menambah keakraban antar Acroporan.

Calon Acro 05 sebelum berangkat
Setelah sampai di muara angke, rombongan CMC Acropora langsung menasuki kapal menuju ke pulau kelapa untuk bermalam.

perjalanan menuju ke Pulau Kelapa

Presentasi Penugasan Calon Acroporan 05

Hari jumat malamnya diadakan presentasi hasil penugasan oleh Calon Acroporan 05. Para acroporan mempresentasikan tugas yang telah diberikan kepada mereka, tugas tersebut diberikan oleh Acroporan 04 selaku panitia. Isi dari penugasan tersebut dianatara lain seperti bagaimana mengenali biota-biota laut yang berbahaya dan tindakan pertama untuk mengatasi bahaya tersebut. Sehingga diharapkan Para Calon Acroporan 05 tidak panik ketika mengalami bahaya tersebut. Presentasi Penugasan juga dilanjutkan oleh kegiatan diskusi yang dipandu olehPembina CMC Acropora yaitu Bapak Hanum Isfaeni. Setelah acara presentasi penugasan dan diskusi selesai, dilanjutkan dengan acara makan malam bersama-sams seluruh Anggota CMC Acroporan dan Calon Acroporan 05.

Diskusi bersama Pembimbing CMC Acropora , Bapak Hanum Isfaeni


olahraga pagi  para Calon Acroporan 05
Keesokan harinya, yaitu sabtu 6 april 2013, seperti yang telah direncanakanan, Para Acroporan 05 akan mengadakan penelitian sebagai salah satu syarat  menjadi  Acroporan 05. Namun sebelum itu pagi-paginya diadakan olahraga bersama untuk mempersiapkan fisik-fisik mereka sebelum melakukan penelitian.


pengambilan data penelitian didampingi mentor dan Asmen
Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Bira. Penelitaian dibagi menjadi beberapa bidang, diantaranya yaitu Lamun, karang, Alga, Mollusca dan Echinodermata. Penelitain tersebut dilakukan oleh kelompok nidang masing-masing, dengan didampingi oleh mentor masing-masing. Disini Para Acroporan mendapat pengalaman dan pelajaran tentang bagaimana melakukan penelitian di bidang kelautan.  Setelah selesai melakukan penelitian, rombongan CMC bergegas kembali ke penginapan di pulau kelapa. Malam harinya setelah semua kelompok selesai merapihkan data sementara, mereka mempresentasikan hasil penelitian mereka hari itu. Namun untuk hasil secara lengkap mengenai penelitian mereka, akan diadakan lagi seminar hasil penelitian yang diadakan pada tanggal 28 april 2013.


transplantasi karang oleh Calon Acroporan 05
Hari ketiga, minggu  7 April 2013, merupakan agenda khusus pelantikan. Dalam agenda ini para Calon Acroporan akan dinyatakan secara resmi menjadi Acroporan, kegiatan ini diadakan di Pulau Bira. Pada kegiatan ini juga dilakukan transplantasi karang oleh Calon Acroporan 05, sebagai salah satu penanaman jiwa-jiwa konservasi kelautan, sebagai mana nama CMC  itu sendiri. Pada kegiatan pelantikan ini juga ada games yang diberlakukan khusus untuk Calon Acroporan 05, sehiingga menambah keakraban dan  keceriaan  acara pelantikan ini.
pelantikan Calon Acroporan 05
Setelah games, Para Calon Acroporan 05 di berikan tantangan untuk mengambik PIN yang terdapat di karang, tantangan ini sekaligus menjadi simbol bahwa mereka resmi menjadi Acroporan 05. Mereka ditantang untuk berendang tanpa menggunakan pelampung, disini lah keberanian mereka diuji.  

Pengambilan PIN, tanda peresmian menjadi anggota

Para Calon Acroporan sekarang sudah resmi menjadi Acroporan 05, mereka semua telah membuktikan keseriusan mereka selama ini untuk menjadi bagian dari CMC Acropora. Selamat bergabung Acroporan 05, selamat bergabung keluarga Acroporan baru, semoga bergabungnya kalian di CMC Acropora meramaikan dan memajukan CMC Acropora.. 

Resmi menjadi Acroporan 05
Resmi menjadi Acroporan 05

Resmi menjadi Acroporan 05





                                                                                                                By : Qony Sabila (Acroporan 04)

Selasa, 19 Maret 2013

Super Coast CMC Acropora




Super Coast 16 maret 2013
CMC Acropora kemarin baru saja mengadakan Agendanya yaitu Super Coast. Kalau Coast (Coral study) biasanya hanya membahas salah satu bidang atau membahas jurnal saja, Super Coast membahas lebih banyak tentang Kelautan. Super Coast adalah  agenda CMC Acropora yang diadakan untuk pembekalan para calon Acroporan untuk  pelantikan. Banyak kegiatan yang dimuat didalamnya, diantaranya pembekalan materi tentang bidang kelautan (Mollusca, Echinodermata, Lamun, Alga dan Karang dan lain-lain.) dan pembekalan materi tentang metode penelitian (Manta tow,LIT,Belt transect) dan lain-lain. Di Super Coast ini, ternyata tidak hanya dibekali  materi tapi juga dipersiapkan simulasi untuk dilapangan, misalnya simulasi bagaimana menggunakan  metode LIT atau Belt transect. Pokoknya semua yang akan dibutuhkan perihal pelantikan akan dikaji di Super Coast ini.

Super Coast di Lab Zoologi UNJ
Super Coast Edisi 16 Maret 2013 kemarin, diadakan di Lab Zoologi Kampus A UNJ, dari mulai pukul 08.00 WIB-13.30 WIB. Super Coast ini dihadiri oleh Calon Acroporan 5 yang pada tanggal 29-31 maret akan mengikuti pelantikan. Acara ini juga dihadiri oleh Acroporan 01sampai Acroporan 04. Pada Super Coast kali ini, kita kedatangan Pembicara dari LIPI, yang memberikan materi tentang Echinodermata yaitu Bpk Indra Bayu Wimono dan materi Mollusca oleh Bpk Mujiono. Materi yang disampaikan sangat luar biasa sehingga membuat  para Calon Acroporan 05 dan Acroporan lainnya bersemangat untuk mengikuti pelantikan. 

Acara diawali pukul 08.00 WIB dengan pembukaan dan sambutan oleh ketua CMC Acropora, yaitu Fathan Hadyan Rizki (Acroporan 03) dan dilanjutkan oleh   sambutan Ketua Jurusan Biologi UNJ, Bapak Nurdin Matondang.
Sambutan ketua CMC Acropora


sambutan ketua jurusan Biologi UNJ


Acara selanjutnya pukul 08.30WIB yaitu materi oleh Bapak Indra Bayu Wimono, selaku Pemateri dari LIPI yang menyampaikan materi tentang tentang Echinodermata. Isi materi meliputi teori mengenai Echinodermata dan Beliau juga berbagi pengalam tentang Echinodermata berdasarkan pengalaman Beliau sendiri. Materi yang diberikan  Beliau lebih membuka wawasan dan menyemangati Para Acroporan untuk mengeksplorasi Laut lebih dalam lagi. Materi selanjutnya mengenai Mollusca disampaikan oleh Bapak Mujiono yang juga selaku Pembicara dari LIPI. Materi yang disampaikan Beliau juga lebih memperluas wawasan dan menambah antusias para Acroporan, terbukti dengan banyaknya perntanyaan yang diajukan. 


materi Echinodermata oleh Bpk Indra Bayu Wimono
                                                                       

                                                                    materi Mollusca oleh Bpk Mujiono dari LIPI




Antusias Calon  Acroporan 05, bertanya seputar materi


semangat calon Acroporan 05 saat Super coast


 Calon Acroporan 05 bertanya seputar materi Mollusca 
Setelah itu acara dilanjutkan dengan pemutaran video perjalan calon Acroporan 05 selama ini, mulai dari acara Masa bimbingan, Coast perdana, BBC, Virex dan segala agenda yang telah mereka ikuti selama ini untuk menjadi Acroporan 05. Perjuangan, kesungguhan, semangat dan kerja keras mereka selama ini akhirnya  terlihat sampai akhirnya sampai mengikuti Super Coast ini.

materi metode penelitian oleh Amien Ramadhan                                                                         
Agenda selanjutnya diisi  dengan materi tentang metode penelitian oleh Amien Ramadhan (Acroporan 01). Materi yang diberikan untuk membekali para calon Acroporan 05 selama pelantikan nanti. Materi yang diberikan mulai dari menjelaskan metode-metode penelitian diantaranya, Manta taw, LIT, Belt transect, sampai menjelaskan tentang penelitian tingkat molekuler. Para calon Acroporan 05 juga dijelaskan tentang cara menghitung keragaman, kerapatan dan lain-lain. 

materi Translpantasi Karang oleh Ade
Yulianto Budiman

Acara dilanjutkan dengan materi transplantasi karang oleh Ade Yulianto Budiman (Acroporan 04). Materi ini diberikan, karena pada agenda pelantikan Acroporan 05 nanti akan diadakan kegiatan transplantasi karang. Hal ini sekaligus sebagai kontribusi nyata kita sebagai komunitas yang bergerak di bidang konservasi kelautan. 


                                                        
Simulasi  penggunaan Metode penelitian



Simulasi metode penelitian didampingi oleh mentor

Setelah isoma, Agenda terakhir dari super coast yang berlangsung sampai pukul 14.00 WIB,  yaitu simulasi penerapan metode penelitian yang sudah dijelaskan sebelumnya oleh Ka Amien Ramadhan. Para Calon Acroporan 05 sangat antusias mengikuti latihan tersebut dengan didampingi oleh mentor mereka  masing-masing sehingga demikian lah kegiatan Super coast kali ini, semoga membekas dan memberi arti di hati para Acroporan.. maju terus CMC Acropora.. Jelajahi Laut tiada henti…

Sabtu, 09 Maret 2013

Bivalvia Penghasil Mutiara




      Kalian pasti pernah melihat mutiara kan? Lapisan mutiara ini dihasilkan oleh hewan Bivalvia atau pelecypoda,khususnya oleh tiram mutiara. Hewan  kelas ini berasal  dari filum mollusca. Kelas ini mencangkup bangsa kerang, kupang, remis, kijing, lokan, simping, tiram, serta kima; meskipun variasi di dalam bivalvia sebenarnya sangat luas. Salah satu yang terkenal adalah tiram mutiara. Jenis-jenis tiram mutiara yang terdapat di Indonesia diantaranya, yaitu Pinctada maxima, Pintada maxima, Pinctada margaritefera, Pinctada fucata, Pinctada chimnitzii, dan Pteria penguin.
           
      Bivalvia mempunyai tubuh bilateral simetris, terlindung oleh cangkang kapur yang keras. Dinamakan Bivalvia karena mempunyai sepasang cangkang. Bagian cangkang terdiri atas bagian dorsal dan bagian ventral. Cangkang pada Bivalvia dihubungkan oleh engsel elastis. Bivalvia mempunyai otot yang dapat membuka dan menutup cangkangnya yang biasa disebut otot adduktor. Pada bagian dorsal terdapat gigi sendi, sebagai poros ketika katup membuka dan menutup serta meluruskan kedua katup, ligament sendi yang berfungsi menyatukan katup bagian dorsal dan memisahkan katup sebelah vertal, dan umbo yaitu tonjolan cangkang di bagian dorsal Jika dilihat  dari lapisan tubuhnya, bagian tubuh paling luar yaitu  cangkang yang berjumlah sepasang.Mantel dari terdiri  jaringan khusus, tipis dan kuat sebagai pembungkus seluruh tubuh yang lunak. Pada bagian belakang mantel terdapat dua lubang yang disebut sifon. Sifon atas berfungsi untuk keluarnya air, sedangkan sifon bawah sebagai tempat masuknya air. Dan yang paling dalam adalah  Insang yang  berlapis-lapis dan berjumlah dua pasang.


Cangkang tiram terdiri atas tiga lapis  dari luar ke dalam, yaitu Periostrakum, merupakan lapisan tipis dan gelap yang tersusun atas zat tanduk yang dihasilkan oleh tepi mantel, fungsinya untuk melindungi lapisan yang ada di sebelah dalamnya dan lapisan ini berguna untuk melindungi cangkang dari asam karbonat dalam air serta memberi warna cangkang. lapisan Prismatik, lapisan tengah yang tebal dan terdiri atas kristal-kristal kalsium karbonat yang berbentuk prisma yang berasal dari materi organik yag dihasilkan oleh tepi mantal.   

         Sedangkan yang paling dalam yaitu, lapisan  nakreas yang merupakan lapisan yang tersusun atas kristal-kristal halus kalsium karbonat. Lapisan ini merupakan lapisan mutiara yang dihasilkan oleh seluruh permukaan mantel. Di lapisan ini, materi organik yang ada lebih banyak daripada di lapisan prismatic. Lapisan ini tampak berkilauan dan banyak terdapat pada tiram/kerang mutiara.Jika terkena sinar, mampu mamancarkan keragaman warna. Lapisan ini sering disebut sebagai lapisan mutiara.Pembentukan mutiara oleh Bivalvia adalah proses yang terjadi kerena aktifitas cangkang, yaitu sebagai berikut. Jika ada benda asing yang ada di luar tubuh, seperti butiran pasir atau suatu parasit, yang secara tidak sengaja masuk ke dalam cangkang maka akan disimpan dalam suatu kantong kecil dalam mantel. 
         Di mantel banyak disekresikan nekreas oleh lapisan epitelium kantong tersebut. Sedikit demi sedikit nakreas melapisi partikel atau benda asing tersebut. Dalam waktu 4 tahun partikel dan lapisan nakreas itu telah menjadi mutiara. Didasarkan pada kenyataan ini maka manusia membuat mutiara. Cara yang biasa ditempuh adalah dengan memasukkan benda asing seperti arang, pasir, dan benda lain di sela antara mantel dan cangkang untuk mengeluarkan getahnya. Getah ini menyelimuti benda asing tersebut selanjutnya mengkristalkan membentuk butiran mutiara.
Indonesia merupakan penghasil mutiara SSP (south sea pearls / mutiara laut selatan) yang berasal dari kerang pinctada maxima baik dari hasil alam maupun dari budidaya, sentra pengembangan pinctada maxima tersebar di beberapa daerah seperti Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara dan Papua.






                                                                                                                          Oleh : Septi Rahmania





Minggu, 24 Februari 2013

Sup Sirip Hiu Menyebabkan Kepunahan, Selamatkan Hiu !

Sup sirip hiu
Pasti sudah pada tahukan yang namanya ikan hiu? Kalian pasti menggambarkan hiu sebagai binatang lambang keganasan, karena dilihat dari morfologi luar yang terlihat besar dan ganas yang dianggap sebagai predator sejati, Padahal jika kita melihat dari sisi yang berbeda ternyata hiu merupakan hewan yang penuh kelembutan, dibalik sosok yang menyeramkan dengan taring yang tajam ternyata hiu tidak memiliki tulang sejati, seluruh tubuhnya hanya di topang oleh tulang lunak atau biasa disebut tulang rawan.
Pengambilan sirip hiu
Nah, dengan demikian banyak orang memanfaatkan hiu sebagai sumber makanan, contoh bagian yang sering dijadikan sumber makanan oleh manusia adalah sirip ikan hiu ! Sungguh sangat ironis, demi hanya untuk dianggap berada di kedudukan tertinggi dan terlihat mewah sirip hiu dijadikan hidangan makanan yang berkelas dan dimakan oleh orang-orang yang berkelas pula.  Sirip hiu diolah menjadi sup yang di sajikan di acara-acara bisnis dan pernikahan, seperti di Hongkong karena menjadi lambang kedudukan tinggi. Banyak jenis spesies hiu di perairan terancam punah akibat perburuan untuk konsumsi yang sangat berlebihan. Dalam banyak kasus hiu di buru tanpa mengindahkan peraturan yang berlaku dan tidak memikirkan kelangsungan spesies ini dimasa yang akan datang.
Kumpulan sirip hiu
Meningkatnya permintaan konsumsi sup sirip hiu yang dilandasi "mitos" dan didorong pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat dikawasan asia ikut mempercepat musnahnya ikan-ikan ini. Cara-cara perburuan hiu oleh nelayan juga tergolong sangat kejam, Hiu di jerat dan siripnya di potong setelah itu hiu di buang kembali kelaut tanpa sirip, dan itu yang membuat hiu tidak dapat bergerak dan akhirnya mati dengan cara yang menyakitkan. Dengan demikianTradisi mengkonsumsi sirip hiu akan berdampak pada penurunan jumlah hiu di seluruh dunia. Laporan Perserikatan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) tahun lalu memperkirakan, 32 persen spesies hiu lautan lepas terancam punah akibat perburuan yang fatal.
Ternyatasalahsatu Negara yang ikut terkena imbasnya dari permaslahan ini adalah Indonesia. Indonesia menjadi ladang subur tempat mendapatkan sirip secara bebas.Indonesia merupakan negara tempat habitat hiu terbesar di dunia menjadikan nelayan-nelayan tergiur karena nilai jual sirip hiu yang tinggi di pasaran. Hal ini masih banyak dijumpai di Daerah Timur Indonesia seperti Maluku ,NTT dan khususnya di Raja Ampat, perburuan hiu sudah sangat marak dilakukan terutama dilakukan oleh nelayan dari luar Raja Ampat karena daerah ini merupakan daerah terakhir di Indonesia yang memiliki populasi hiu sangat sehat.
Tetapi angka perburuan hiu secara ilegal ini berhasil ditekan karena adanya kesadaran dari masyarakat dan pemerintah akan pentingnya kelestarian ekosistem laut. Pengurangan perburuan sirip ikan hiu ini juga dapat dibantu dengan mengubah paradigma masyarakat kita, dan ternyata sirip ikan hiui nij uga berdampak buruk jika dikonsumsi karena akan berakibat tidak baik bagi kesehatan. Pernyataan ini dikatakan oleh Peneliti di Universitas Miami dalam jurnal Marine Drugs bahwa konsentrasi tinggi neurotoksin BMAA pada sup sirip hiu terkait dengan gangguan kesehatan otak.
Konsumsi sirip hiu dan pil tulang rawan hiu memiliki resiko kesehatan yang signifikan adanya penyakit neurodegeneratife di antaranya Alzhiemer dan penyakit Lou Gehring. Nah dengan demikian, semoga dari hasil penelitian ini dapat dipahami dan merubah paradigma para penikmat sirip hiu dan mengurangi konsumsinya. Dengan itu kegiatan perburuan hiu dapat berkurang sehingga kepunahan hiu dapat di tanggulangi. Mari kita hentikan konsumsi sirip ikan hiu, jaga dan lestarikan populasi hiu yang mulai terancam saat ini. 
#Let save our shark !
Ditulis oleh Debi Tri Tantular (Acroporan 03)

Sabtu, 23 Februari 2013

Stop perjual-belikan Telur Penyu !!

Penjualan telur penyu

Isu mengenai jualbeli telur ikan penyu memang benar, seperti pada Telur penyu belimbing (Dermochelys coriacea) dan telur penyu sisik (Eretmochelys imbricata) tampak diperjualbelikan secara terbuka di beberapa provinsi di Indonesia Padahal, kedua jenis penyu ini termasuk langka dan dilindungi. Data WWF Indonesia menyebutkan populasi penyu belimbing berkurang drastis. Eksploitasi telur penyu berkontribusi terhadap menurunnya populasi penyu yang lambat laun bisa menyebabkan penyu punah.

Prediksi ini tidaklah berlebihan mengingat penyu membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai tingkat kematangan seksual untuk bereproduksi. Seekor penyu baru bisa bertelur setelah berumur 30 tahun. Itu pun hanya menghasilkan 60 - 130 butir telur. Tidak semua telur penyu mampu berkembang menjadi tukik (anak penyu) hingga menjadi penyu dewasa. Ironisnya, penyu sisik ini merupakan hewan dengan tingkat kepunahan ”paling terancam”. Selagi bertelur dan menetaskan telurnya, penyu sisik akan bertelur lagi sekitar 2-5 tahun kemudian. Bisa dibayangkan bukan, lamanya waktu yang dibutuhkan penyu untuk bereproduksi? Sangat tidak seimbang dibandingkan dengan cepatnya perburuan telur penyu. Menurunnya populasi penyu pun dapat menganggu keseimbangan ekosistem laut mengingat penyu merupakan predator yang penting dalam jaringan dan rantai makanan di laut. Satwa laut ini juga berperan dalam menjaga produktivitas habitat lamun.

Penyu yang baru menetas

Tahukah Anda bahwa pendapat yang meyakini bahwa telur penyu baik untuk kesehatan tubuh dan seksual itu hanya mitos?Ya, setidaknya hal itulah yang telah dibuktikan oleh salah satu publikasi ilmiah dalam jurnal Environmental Health Perspective di tahun 2009, yang berjudul ‘Dangerous Delicacy’ Contaminated Sea Turtle Eggs Pose A Potential Health Threat." Jurnal ilmiah tersebut melaporkan hasil ditemukan kandungan senyawa yang tergolong Polutan Organik Persisten (POP) dan logam berat yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Kanker, liver, kerusakan sistem syaraf, dan gangguan sistem hormon endokrin adalah daftar penyakit yang dapat ditimbulkan dari zat berbahaya itu. Tidak hanya itu, dalam dekade terakhir, telur penyu juga dilaporkan mengandung kadar kolestrol yang sangat tinggi. Jika fakta telah berbicara bahwa telur penyu membahayakan bagi kesehatan kita, serta bagaimana ekploitasi telur penyu berdampak bagi keseimbangan ekosistem laut, lalu masihkah telur penyu layak untuk dikonsumsi?

Ditulis oleh : Sri Budi Lestari (Acroporan 04)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger