Welcome to official website Community of Marine Conservation (CMC) Acropora UNJ

Selasa, 19 Maret 2013

Super Coast CMC Acropora




Super Coast 16 maret 2013
CMC Acropora kemarin baru saja mengadakan Agendanya yaitu Super Coast. Kalau Coast (Coral study) biasanya hanya membahas salah satu bidang atau membahas jurnal saja, Super Coast membahas lebih banyak tentang Kelautan. Super Coast adalah  agenda CMC Acropora yang diadakan untuk pembekalan para calon Acroporan untuk  pelantikan. Banyak kegiatan yang dimuat didalamnya, diantaranya pembekalan materi tentang bidang kelautan (Mollusca, Echinodermata, Lamun, Alga dan Karang dan lain-lain.) dan pembekalan materi tentang metode penelitian (Manta tow,LIT,Belt transect) dan lain-lain. Di Super Coast ini, ternyata tidak hanya dibekali  materi tapi juga dipersiapkan simulasi untuk dilapangan, misalnya simulasi bagaimana menggunakan  metode LIT atau Belt transect. Pokoknya semua yang akan dibutuhkan perihal pelantikan akan dikaji di Super Coast ini.

Super Coast di Lab Zoologi UNJ
Super Coast Edisi 16 Maret 2013 kemarin, diadakan di Lab Zoologi Kampus A UNJ, dari mulai pukul 08.00 WIB-13.30 WIB. Super Coast ini dihadiri oleh Calon Acroporan 5 yang pada tanggal 29-31 maret akan mengikuti pelantikan. Acara ini juga dihadiri oleh Acroporan 01sampai Acroporan 04. Pada Super Coast kali ini, kita kedatangan Pembicara dari LIPI, yang memberikan materi tentang Echinodermata yaitu Bpk Indra Bayu Wimono dan materi Mollusca oleh Bpk Mujiono. Materi yang disampaikan sangat luar biasa sehingga membuat  para Calon Acroporan 05 dan Acroporan lainnya bersemangat untuk mengikuti pelantikan. 

Acara diawali pukul 08.00 WIB dengan pembukaan dan sambutan oleh ketua CMC Acropora, yaitu Fathan Hadyan Rizki (Acroporan 03) dan dilanjutkan oleh   sambutan Ketua Jurusan Biologi UNJ, Bapak Nurdin Matondang.
Sambutan ketua CMC Acropora


sambutan ketua jurusan Biologi UNJ


Acara selanjutnya pukul 08.30WIB yaitu materi oleh Bapak Indra Bayu Wimono, selaku Pemateri dari LIPI yang menyampaikan materi tentang tentang Echinodermata. Isi materi meliputi teori mengenai Echinodermata dan Beliau juga berbagi pengalam tentang Echinodermata berdasarkan pengalaman Beliau sendiri. Materi yang diberikan  Beliau lebih membuka wawasan dan menyemangati Para Acroporan untuk mengeksplorasi Laut lebih dalam lagi. Materi selanjutnya mengenai Mollusca disampaikan oleh Bapak Mujiono yang juga selaku Pembicara dari LIPI. Materi yang disampaikan Beliau juga lebih memperluas wawasan dan menambah antusias para Acroporan, terbukti dengan banyaknya perntanyaan yang diajukan. 


materi Echinodermata oleh Bpk Indra Bayu Wimono
                                                                       

                                                                    materi Mollusca oleh Bpk Mujiono dari LIPI




Antusias Calon  Acroporan 05, bertanya seputar materi


semangat calon Acroporan 05 saat Super coast


 Calon Acroporan 05 bertanya seputar materi Mollusca 
Setelah itu acara dilanjutkan dengan pemutaran video perjalan calon Acroporan 05 selama ini, mulai dari acara Masa bimbingan, Coast perdana, BBC, Virex dan segala agenda yang telah mereka ikuti selama ini untuk menjadi Acroporan 05. Perjuangan, kesungguhan, semangat dan kerja keras mereka selama ini akhirnya  terlihat sampai akhirnya sampai mengikuti Super Coast ini.

materi metode penelitian oleh Amien Ramadhan                                                                         
Agenda selanjutnya diisi  dengan materi tentang metode penelitian oleh Amien Ramadhan (Acroporan 01). Materi yang diberikan untuk membekali para calon Acroporan 05 selama pelantikan nanti. Materi yang diberikan mulai dari menjelaskan metode-metode penelitian diantaranya, Manta taw, LIT, Belt transect, sampai menjelaskan tentang penelitian tingkat molekuler. Para calon Acroporan 05 juga dijelaskan tentang cara menghitung keragaman, kerapatan dan lain-lain. 

materi Translpantasi Karang oleh Ade
Yulianto Budiman

Acara dilanjutkan dengan materi transplantasi karang oleh Ade Yulianto Budiman (Acroporan 04). Materi ini diberikan, karena pada agenda pelantikan Acroporan 05 nanti akan diadakan kegiatan transplantasi karang. Hal ini sekaligus sebagai kontribusi nyata kita sebagai komunitas yang bergerak di bidang konservasi kelautan. 


                                                        
Simulasi  penggunaan Metode penelitian



Simulasi metode penelitian didampingi oleh mentor

Setelah isoma, Agenda terakhir dari super coast yang berlangsung sampai pukul 14.00 WIB,  yaitu simulasi penerapan metode penelitian yang sudah dijelaskan sebelumnya oleh Ka Amien Ramadhan. Para Calon Acroporan 05 sangat antusias mengikuti latihan tersebut dengan didampingi oleh mentor mereka  masing-masing sehingga demikian lah kegiatan Super coast kali ini, semoga membekas dan memberi arti di hati para Acroporan.. maju terus CMC Acropora.. Jelajahi Laut tiada henti…

Sabtu, 09 Maret 2013

Bivalvia Penghasil Mutiara




      Kalian pasti pernah melihat mutiara kan? Lapisan mutiara ini dihasilkan oleh hewan Bivalvia atau pelecypoda,khususnya oleh tiram mutiara. Hewan  kelas ini berasal  dari filum mollusca. Kelas ini mencangkup bangsa kerang, kupang, remis, kijing, lokan, simping, tiram, serta kima; meskipun variasi di dalam bivalvia sebenarnya sangat luas. Salah satu yang terkenal adalah tiram mutiara. Jenis-jenis tiram mutiara yang terdapat di Indonesia diantaranya, yaitu Pinctada maxima, Pintada maxima, Pinctada margaritefera, Pinctada fucata, Pinctada chimnitzii, dan Pteria penguin.
           
      Bivalvia mempunyai tubuh bilateral simetris, terlindung oleh cangkang kapur yang keras. Dinamakan Bivalvia karena mempunyai sepasang cangkang. Bagian cangkang terdiri atas bagian dorsal dan bagian ventral. Cangkang pada Bivalvia dihubungkan oleh engsel elastis. Bivalvia mempunyai otot yang dapat membuka dan menutup cangkangnya yang biasa disebut otot adduktor. Pada bagian dorsal terdapat gigi sendi, sebagai poros ketika katup membuka dan menutup serta meluruskan kedua katup, ligament sendi yang berfungsi menyatukan katup bagian dorsal dan memisahkan katup sebelah vertal, dan umbo yaitu tonjolan cangkang di bagian dorsal Jika dilihat  dari lapisan tubuhnya, bagian tubuh paling luar yaitu  cangkang yang berjumlah sepasang.Mantel dari terdiri  jaringan khusus, tipis dan kuat sebagai pembungkus seluruh tubuh yang lunak. Pada bagian belakang mantel terdapat dua lubang yang disebut sifon. Sifon atas berfungsi untuk keluarnya air, sedangkan sifon bawah sebagai tempat masuknya air. Dan yang paling dalam adalah  Insang yang  berlapis-lapis dan berjumlah dua pasang.


Cangkang tiram terdiri atas tiga lapis  dari luar ke dalam, yaitu Periostrakum, merupakan lapisan tipis dan gelap yang tersusun atas zat tanduk yang dihasilkan oleh tepi mantel, fungsinya untuk melindungi lapisan yang ada di sebelah dalamnya dan lapisan ini berguna untuk melindungi cangkang dari asam karbonat dalam air serta memberi warna cangkang. lapisan Prismatik, lapisan tengah yang tebal dan terdiri atas kristal-kristal kalsium karbonat yang berbentuk prisma yang berasal dari materi organik yag dihasilkan oleh tepi mantal.   

         Sedangkan yang paling dalam yaitu, lapisan  nakreas yang merupakan lapisan yang tersusun atas kristal-kristal halus kalsium karbonat. Lapisan ini merupakan lapisan mutiara yang dihasilkan oleh seluruh permukaan mantel. Di lapisan ini, materi organik yang ada lebih banyak daripada di lapisan prismatic. Lapisan ini tampak berkilauan dan banyak terdapat pada tiram/kerang mutiara.Jika terkena sinar, mampu mamancarkan keragaman warna. Lapisan ini sering disebut sebagai lapisan mutiara.Pembentukan mutiara oleh Bivalvia adalah proses yang terjadi kerena aktifitas cangkang, yaitu sebagai berikut. Jika ada benda asing yang ada di luar tubuh, seperti butiran pasir atau suatu parasit, yang secara tidak sengaja masuk ke dalam cangkang maka akan disimpan dalam suatu kantong kecil dalam mantel. 
         Di mantel banyak disekresikan nekreas oleh lapisan epitelium kantong tersebut. Sedikit demi sedikit nakreas melapisi partikel atau benda asing tersebut. Dalam waktu 4 tahun partikel dan lapisan nakreas itu telah menjadi mutiara. Didasarkan pada kenyataan ini maka manusia membuat mutiara. Cara yang biasa ditempuh adalah dengan memasukkan benda asing seperti arang, pasir, dan benda lain di sela antara mantel dan cangkang untuk mengeluarkan getahnya. Getah ini menyelimuti benda asing tersebut selanjutnya mengkristalkan membentuk butiran mutiara.
Indonesia merupakan penghasil mutiara SSP (south sea pearls / mutiara laut selatan) yang berasal dari kerang pinctada maxima baik dari hasil alam maupun dari budidaya, sentra pengembangan pinctada maxima tersebar di beberapa daerah seperti Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara dan Papua.






                                                                                                                          Oleh : Septi Rahmania





Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger