Welcome to official website Community of Marine Conservation (CMC) Acropora UNJ

Sabtu, 09 Februari 2013

Kelompok Pelantikan CMC Acropora Ang. 05

Segera hubungi mentor kalian dan persiapkan diri kalian untuk Pelantikan bulan Maret nanti. Semangaaaat !!

Minggu, 03 Februari 2013

Ikan Pari, Penghuni Laut yang Berbahaya

    Ikan pari merupakan ikan bertulang rawan atau Chondricthyes yang berasal dari ordo Rajiformes,yang berarti celah yang berada di bawah .Berdasarkan teori evolusi ikan pari adalah evolusi dari ikan hiu  yang telah beradaptasi dengan kehidupan bawah laut. Tekanan air laut merupakan faktor yang merangsang dan  mengarahkan arus revolusi ikan. Dengan  adanya celah insang di bawah  maka tidak hanya memudahkan mampu lepas landas dengan daya dorong semburan, tapi juga memungkinkan sirip dadanya berada disekitar kepala sehingga terciptalah ikan pari modern dengan sirip dada mirip sayap. Habitat yang disenangi ikan pari adalah dasar perairan pantai yang dangkal dengan substrat pasir dan Lumpur, dekat rataan terumbu karang (reef flat), laguna, teluk, muara sungai dan air tawar. Ada beberapa jenis yang hidup di laut lepas dekat permukaan sampai kedalaman lebih dari 2000 m.
            Bentuk tubuh ikan pari seperti cakram dengan bentuk ekor  tidak bercangak.  Mempunyai 1 atau 2 sirip punggung, dan satu sirip ekor tetapi pada beberapa jenis tidak memiliki sirip punggung dan ekor. Sirip dada hampir selalu sangat lebar menyerupai sayap, yang sisi depannya bergabung secara mulus di kepalanya. Sirip perut dan dua clasper (sepasang alat kelamin jantan) di bawahnya terletak di ujung belakang sirip dada, tidak mempunyai sirip dubur. ikan pari mempunyai ekor yang panjang seperti cambuk. Panjang ekornya melebihi panjang tubuhnya, dan  terdapat sebuah duri tajam atau lebih yang menjadi senjata berbisa. Mulut ikan pari terletak di sisi bawah kepalanya sehingga lumpur dan pasir dapat tersedot kedalam bersama sama dengan arus pernapasan, tetapi hal tersebut dapat diatasi dengan menarik air masuk melalui dua lubang besar di di belakang matanya. Pada beberapa jenis ikan pari  berukuran besar yang hidup di lautan terbuka, bernapas normal yaitu dengan  menarik air masuk melalui mulutnya. Gigi-gigi disepanjang rahang biasanya  berwarna cokelat tua dan abu-abu dengan pola bervariasi. Pada ikan pari jantan mempunyai "mixopterygia" atau penjepit, yaitu suatu tonjolan sirip pinggul yang telah mengalami perubahan, digunakan untuk memasukkan sperma ke dalam kloaka betina sewaktu kawin.

Ada beberapa jenis ikan pari  yang diketahui, diantaranya ikan pari gergaji (Pristidae), mempunyai moncong yang sangat panjang dan tubuhnya agak mirip ikan hiu, gergajinya yang aneh adalah tulang rawan yang pipih keras, kaku, digunakan sebagai senjata untuk mempertahankan diri atau untuk menyerang mangsa. Ikan pari sengat (Dasyatidae), mempunyai 1-3 duri berbisa pada pangkal ekor yang dapat membuat luka sangat menyakitkan bahkan dapat mematikan. Di dalam duri tersebut terdapat sel-sel kelenjar bisa, sehingga di banyak daerah duri-duri ini digunakan sebagai ujung tombak. Pari sengat biasanya berdiam diri di pasir atau Lumpur pada pantai yang dangkal dan sulit terlihat. Beberapa diantaranya mempunyai sengatan yang dapat mengakibatkan kelumpuhan otot-otot jantung dan kematian. Ikan pari hantu (Mobulidae), merupakan pari bertubuh besar dan berpenampilan ganjil, mempunyai 10 jenis . Pari hantu dapat  melayang di udara, dan menimbulkan bunyi seperti ledakan  meriam ketika jatuh kembali ke air. Yang terakhir yaitu Ikan pari luncur (Rajidae), mempunyai 119 jenis, bertubuh sangat pipih, berbentuk segi tiga dan belah ketupat. Berbeda dengan ikan pari lain, ikan pari luncur bereproduksi dengan menghasilkan telur. 

                                              Pari gergaji : Pristis cuspidatus 

                                          Pari sengat : Dasyatis brevicaudata

Pari luncur : Raja erinacea

                                                     Pari hantu : Manta ray

Ikan pari merupakan satu dari beberapa hewan laut yang berbahaya, karena sengatan yang berasal dari ekornya dapat pemnyebabkan kelumpuhan  bahkan kematian karena bersirat neurotoksik. ikan pari senang membenamkan dirinya di pasir untuk berkamuflase. Untuk mencegah  sengatan ikan pari  dapat dilakukan dengan jalan stringray shuffle yaitu mengaduk-aduk pasir agar keberadaan ikan pari dapat segeraa diketahui oleh penyelam. untuk tindakan penanggulangan, setelah tersengat ikan pari usahakan korban segera ditangani dengan cara merendam dengan air panas sekitar 45 derajat celcius,karena racun yang dikeluarkan ikan pari termasuk,protein, dan akan hancur apabila terkena panas, namun jangan diberikan air biasa karena akan mempercepat penyebaran racun tersebut. Penanganna lebih lanjut harus  ditangani oleh dokter.


                                                                                                                                    SR

Jumat, 25 Januari 2013

CMC ACROPORA GOES TO SEAWORLD


PRESS RELEASE

CMC ACROPORA GOES TO SEAWORLD merupakan salah satu kegiatan nonproker dari Divisi P2K yang bertujuan untuk menambah wawasan para acroporan tentang dunia kelautan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 22 Januari 2013. Sebanyak 15 orang baik dari acroporan, calon acroporan maupun non acroporan mengikuti kegiatan ini. Beberapa acroporan berkumpul di halte busway Velodrome jam 08.00 WIB dan sebagian yang lain berangkat langsung ke halte Ancol. Sesampainya di Ancol pada pukul 10.30 WIB perjalanan sedikit tertunda karena kondisinya hujan dan beberapa acroporan masih ada yang belum datang. Setelah itu dengan menggunkan bis yang difasilitasi Ancol yaitu bis Wara – Wiri kami menuju gedung SeaWorld. Namun karena bis hanya sampai di shelter Gondola dan para acroporan harus berjalan lagi menuju gedung Seaworld. Dengan tiket masuk Ancol dan tiket Seaworld sebesar Rp. 60.000 kita bisa lihat berbagai macam biota laut loh.
Selanjutnya pada pukul 11.30 kegiatan ini dibuka oleh Fathan Hadyan Rizki (ketua CMC Acropora 2012/2013) dan Luluk Nur Farida (Kadiv P2K 2012/2013).
Setelah kegiatan ini dibuka, akhirnya semua acroporan masuk ke dalam SeaWorld. Disana kami mengamati berbagai macam biota yang ada di dalam akuarium SeaWorld. Ada yang menarik nih :D Ternyata akuarium utama di bagian tengah ruangan yang berisi air 1,5 juta liter berasal dari air laut Ancol loh.
Seluruh biota dapat terlihat dengan jelas melalui trowongan bawah akuarium. Disana kita dapat melihat beberapa biota antara lain ikan pari kembang, ikan hiu bambu, kuda laut, anemon, dll. Di SeaWorld ini juga terdapat Touch Pool loh, yaitu kolam terbuka sehingga para pengunjung dapat memegang biota di dalamnya secara langsung. Biota-biota biota yang bisa kita pegang antara lain, ikan pari kembang, hiu bambu, penyu hijau, penyu sisik, dan hiu sirip hitam. Wow !
Setelah puas melihat berbagai macam biota laut di sana, kita juga mengunjungi perpustakaan SeaWorld yang berisi buku-buku tentang kelautan.Tapi jangan salah ! Kita ga sekedar jalan-jalan loh di SeaWorld. Disini masing-masing acroporan dan calon acroporan diharuskan untuk mencari dan mencatat satu spesies untuk dijadikan sebuah artikel. Yang selanjutnya akan di share ke kalian semua.  
Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 15.30, kegiatan CMC Acropora goes to SeaWorld pun akhirnya selesai. Semua acroporan kembali ke shelter Gondola untuk menunggu bis Wara-Wiri menuju shelter utama. Pukul 17.00 semua acroporan pulang ke rumah masing-masing menggunakan busway. Semoga perjalanan ini dapat bermanfaat bagi kita semua... 
Sampai bertemu di perjalanan kami berikutnya. 

CMC Acropora, Jelajahi laut tiada henti ~

Sabtu, 19 Januari 2013

Karang Bagi Kehidupan Laut


Karang atau Coral adalah Hewan yg berasal dari Phylum Coelenterata atau Cnidaria. Karang masuk ke dalam Kelas Anthozoa, karena Fase hidup karang didominasi oleh fase Polip atau  melekat pada substrat dan tidak bergerak bebas. Kebanyakan karang adalah Carnivore, karang menangkap Zooplankton dengan tentakel-tentakelnya yang dilengkapi oleh sel-sel penyengat atau nematokista. karang mempunyai banyak bentuk, diantaranya bercabang (branching), meja (tabulate), lembaran(foliose), padat (massive), semi padat (submassive),bentuk menjari(digitate), menyerupai jamur ( mushroom) dan bentuk merayap pada substrat tempat tumbuh atau kerak (encrusting). Karang juga punya syarat-syarat hidup, diantaranya cahaya untukfotosintesis, suhu sekitar 25-30 derajat celcius,salinitas, kejernihan air laut,arus dan substrat yang keras dan bersih. Syarat-syarat tersebut apabisla tidak terpenuhi, maka karang tidak bias hidup dan berkembang dengan baik, berikut cotoh bentuk karang :




 
Karang hidup secara berkoloni sehingga koloninya tersebut juga disebut terumbu karang  atau coral  reef. Terumbu karang merupakan ekosistem terpenting yang ada di laut,karena banyak biota – biota laut yang hidup di terumbu karang. Hewan-hewan yang hidup dikarang seperti, ikan, molusca, echinodermata, crustacea dan banyak biota-biota lainnya. Karang mempunyai warna yang beragam, karena bersimbiosis dengan Zooxanthellae Zooxanthellae adalah tumbuhan microscopis atau disebut alga yang menyelimuti permukaan tubuh Karang. Karang bersimbiosis mutualisme dengan Zooxanthellae, yg artinya saling menguntungkan. Zooxanthella dapat berfotosintesis dan ikut memberikan supali oksigen  dan membantu proses pembentukan kerangka kapur. Sedangkan sisa metabolisme karang berupa CO2 , fosfat dan nitrogen digunakan oleh Zooxanthella untuk berfotosintesis dan pertumbuhannya.

Ternyata karang juga bisa mengalami stress yang ditandai dengan terjadinya proses bleaching. Proses bleaching atau pemutihan terjadi pada saat karang (keras dan lunak) dan hewan-hewan laut lain yang bersimbiosis dengan zooxanthellae kehilangan zooxanthellaenya karena suatu tekanan/stress tertentu. Stress pada karang bisa terjadi akibat kenaikan suhu yang disebabkan oleh Global Warming. Pada saat terjadi kenaikan suhu, zooxanthellae menghasilkan oksigen radikal yang akan merusak jaringan hewan yang ditempatinyaOleh karena itu, mau tidak mau hewan  tersebut harus melepaskan zooxanthellae  untuk mencegah kerusakan jaringan. Jumlah zooxanthellae yang dilepaskan tergantung dari jumlah radikal bebas yang dihasilkan. Efek berikutnya yang ditimbulkan dari kematian terumbu karang adalah berubahan komposisi ekosistem terumbu. Yang selanjutnya mengakibatkan perubahan berantai pada seluruh ekosistem laut. Sedangkan pertumbuhan karang relatif lambat. Pertumbuhan karang hanya beberapa centimeter per tahunnya. Oleh karena itu, apabila karang sudah rusak pertumbuhannya akan memakan waktu lama. Karang juga mempunyai arti penting lain bagi manusia, yaitu karena terumbu karang merupakan pelindung fisik bagi pantai, bagaikan tembok yang kokoh dari terjangan ombak atau gelombang laut. Apabila terumbu karang dirusak atau diambil karang serta pasirnya, maka pantai akan terus terkikis oleh pukulan ombak yang mengakibatkan terjadinya pergeseran pantai kearah daratan,seperti yang banyak terjadi daerah Indonesia saat ini.


                                                                                                           by: Septi Rahmania 




Kamis, 17 Januari 2013

Artikel Kelautan Januari



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger